Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

11 Februari 2010

Selagi Mampu, Yuk Berbuat Baik ... !

Sumber Foto jannahsteps.com

"Sewaktu ada seseorang sakit atau bepergian, maka baginya ditulis beramal sebagaimana amal yang dilakukan sewaktu ia sehat"
(HR BUKHORI)

Beberapa kali mendampingi almarhum ayah ketika beliau dirawat di rumah sakit membuat saya tersadar begitu mahalnya harga sebuah kata "sehat" itu. Bahkan kesehatan itu tidak bisa dihargai dengan uang berapa pun nilainya.

Satu saja anggota tubuh kita didera penyakit, tentu seluruh tubuh akan merasa tidak nyaman. Sekalipun penyakit itu sepele semisal sakit kulit atau terluka kecil.

Karenanya kesadaran yang lebih akan begitu pentingnya kesehatan membuat saya mencoba sangat berhati-hati dalam menjaganya. Saya juga yakin demikian juga dengan kita semua.

Nah lantas apa ya hubungannya kesehatan dengan berbuat baik?

Perbuatan baik yang kita lakukan jika kita mampu melakukannya dengan rutin dan berkesinambungan ternyata membawa efek yang luar biasa. Dia akan lestari di mata Tuhan. Setidaknya itu yang kita tangkap begitu membaca kutipan hadits shahih di atas.

Kok bisa?

Jika selama kita sehat kita biasa Shalat Berjamaah On Time di masjid, kita biasa menjaga wudhu setiap saat, biasa bersedekah, ringan tangan dalam menolong teman dan saudara, biasa menyapa tetangga, biasa membagikan masakan istimewa kita ke tetangga, biasa menghadiri majlis ilmu, biasa berniaga yang lurus dan halal, dan kebiasaan baik lainnya .... maka ini adalah modal yang LUAR BIASA!!!

Kok bisa (lagi)???

Ketika suatu saat Allah menguji kita dengan penyakit hingga kita tak lagi mampu beraktifitas seperti biasa bahkan tak lagi mampu beranjak dari tempat tidur, ternyata ALLAH tidak menyia-nyiakan amalan baik kita selama sehat. ALLAH akan menghitung kita dengan pahala sebagaimana ketika kita sehat. SUBHANALLAH ...

Nggak hanya ketika sakit, bahkan ketika sedang dalam perjalanan jauh pun demikian. Wew ... betapa pemurahnya ALLAH.

So, selagi sehat, selagi mampu, selagi kita diberi keringanan dalam melakukanan kebaikan, selagi muda, selagi ada kesempatan Yuk kita selalu berbuat baik ... baik ... dan baik. Kata Aa Gym mulai dulu dari hal-hal yang mudah :)

Yuk temans, tunggu apa lagi :)




18 November 2009

Berat mengeluarkan sedekah? Itu Bagus!

Eh ... jangan sewot dulu saudara-saudaraku. Judul ini memang sengaja untuk menarik perhatian aja hehehe. tapi Insya Allah maksudnya nggak begitu :)

Pernahkah kita alami saat di mana ketika uang di kantong kita tinggal beberapa ribu rupiah dan saat itu kita benar-benar haus. Uang tersebut hanya cukup untuk ongkos pulang dan membeli segelas minuman.

Pernahkah juga kita memiliki uang cash yang berlimpah di dompet kita, misalnya ketika baru keluar ATM di tanggal-tanggal gajian?

Kedua situasi tersebut saya meyakini pernah dialami oleh sebagian besar dari kita. Sebut saja uang yang ada di situasi pertama adalah Rp 5000. Lantas apa yang akan kita lakukan jika kita bertemu dengan seorang pengemis misalnya? Apakah rela kita menyisihkan uang untuk membeli minuman ketika kita haus itu kepada si pengemis?

Dapat dipastikan situasi pertama kita pasti 'teramat sangat' berat untuk mengeluarkan uang sekalipun hanya Rp 2000 kepada si pengemis. Sebagian besar kita pasti memilih untuk menghilangkan dahaga ketimbang bersedekah. Wajar kok :)

Pada situasi kedua, jangankan uang Rp 2000, bahkan nominal jauh lebih besar pun dengan ringan akan kita keluarkan jika ada yang membutuhkan semisal pengemis tadi.

Sebenarnya saya hanya ingin berbagi hikmah yang saya dapat dari seorang teman. Bahwa nilai kita dalam beramal tidak bisa dilihat dari besarnya nominal yang dikeluarkan, tapi berbanding lurus dengan seberapa berat kita mengeluarkannya. Semakin berat kita memberikan sesuatu (baca: bersedekah) maka semakin tinggi pula nilainya di sisi Tuhan.

Bisa jadi Rp 2000 yang kita keluarkan untuk pengemis tadi nilai timbangannya jauh lebih berat dari Rp 200.000 yang kita sumbangkan ke stasiun televisi untuk bencana alam.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata:
Seseorang datang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya, “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang lebih besar pahalanya? Rasulullah SAW menjawab, “Bersedekah dalam keadaan sehat sedang engkau amat sayang kepada harta tersebut, takut miskin dan mengharapkan kekayaan. Oleh sebab itu jangan menunda-nunda sehingga apabila ruh (nyawa) sudah sampai di tenggorokan lalu engkau berwasiat untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian.” (dishahihkan Bukhari - Muslim)

Wallahu'alam bish shawab.

Semoga bermanfaat, terutama buat saya pribadi. Happy Idul Adha :)

Beberapa sumber :
Blog hadits Shahih Bukhari
Beda antara Infaq, Shadaqah, dan Zakat
Hadits tentang Shadaqah


08 Agustus 2009

Mengingat Nama Orang, Pentingkah?

Mengingat nama orang sering dianggap sebagai sesuatu yang dianggap kurang penting bagi sebagian orang. Kecuali tentu saja orang-orang yang dianggap penting dan akan bermanfaat buat dirinya, misalnya rekan bisnis.

Ada kejadian unik yang pernah saya alami dan ini benar-benar menggugah saya betapa besarnya nilai jika kita mampu mengingat nama orang lain yang pernah kita kenal.

Saat itu dalam sebuah acara workshop, ketika sang pembicara pamit dan beliau melewati kami peserta yang hadir. Tiba-tiba beliau yang kini sudah menjadi anggota legislatif itu menghampiri saya.

"Subhanallah, saudara Iman apa kabar? Sudah lama nggak jumpa ya" Sapanya ramah.

Tinggal saya yang tergagap disapa oleh beliau. rasa takjub luar biasa, bagaimana seorang seperti beliau masih mengingat nama saya yang bukan siapa-siapa.

Saya terus memikirkan kapan beliau mengenal saya. Dan setelah menguras seluruh memori akhirnya saya mengingat beliau pernah memberikan materi seminar ketika saya masih di kampus dulu. Kebetulan saat itu saya sebagai penanggung jawab seminar tersebut. Hanya itu, ya hanya itu. Kok bisa ya?

Dari kisah di atas saya jadi meyakini betapa dahsyat dampak positif jika kita mampu mengingat nama sebanyak-banyaknya orang yang pernah kita kenal. Siapa pun! Entah ia seorang rekan bisnis, teman kantor, teman kuliah, dosen, pemilik warung langganan kita, office boy, tukang parkir, bahkan ojek langganan kita.

Dijamin tidak akan rugi!!!

Siapa pun ia, jika kita menyapanya dengan nama ia akan merasa dihargai lebih. Coba kita bandingkan deh bagaimana sikap dan perasaan kita ketika dipanggil dengan aneka jenis panggilan berikut :

"Maaf mas yang berkacamata, bisa maju ke sini?"

"Maaf mas Imam, bisa isi form registrasi di sini?

"Mas Iman, senang berbincang dengan Anda."

"Mas, ...aduh lupa aku nama sampeyan. Apa kabar?"

"Mas Iman Sulaiman, silakan bisa mengisi daftarhadir dulu."

Nah, kalau nama kita salah disebut pasti agak jengkel kan, begitu pula saya. Seringkali saya dipanggil Imam. Jadi mengingat nama yang benar itu penting. Apalagi jika kita mampu mengingatnya dengan lengkap, untuk ini dibutuhkan kemampuan ekstra untuk melakukannya.

Pembahasan tentang pentingnya mengingat nama ternyata sudah banyak dibahas di banyak tulisan. Coba simak beberapa tulisan ini :

Manfaat Mengingat Nama Seseorang
Cara Mudah Mengingat Nama Or
ang Lain
Pentingnya Mengingat Nama Orang/Kenalan

Sebagai inspirasi untuk saya pribadi, saya sangat kagum terhadap sosok Imam Hasan Al Bana. Ini ada kutipan tulisan dari Blog milik Eva Octaviani :

Saya hanya ingin meniru apa yang dilakukan Hasan AlBanna yang sanggup menyentuh sisi-sisi terdalam dan paling sensitif dari seseorang yakni hatinya. Yang sanggup mengingat nama dan mengenal al-akh cuma karena ia menandatangani kartu keanggotaan jama’ahnya. Al-akh itu pun terkejut dan tersentuh hatinya ketika Hasan AlBanna yang baru pertama kali berkunjung ke daerahnya itu sanggup mengenalnya dari ribuan anggota jama’ah lainnya.Maka hati adalah pintu untuk masuknya hidayah dan cahaya kebenaran. Hati adalah gerbang penentu penerimaan seseorang terhadap dirinya. Hati adalah segumpal buhul dari silaturahim. Maka dengan sentuhan hati dakwah ini menyebar ke segala penjuru mata angin.

Ternyata mengingat nama seseorang akan langsung menyentuh hati orang tersebut. Semoga memberikan manfaat terutama bagi saya sendiri.

Terima kasih buat teman-teman plurker atas pengayaan ide dan inspirasi di posting ini :)



15 November 2008

Jaga Wudhu Yuk :)


Wudhu ... hmmm ternyata pekerjaan ringan yang memiliki kedahsyatan manfaat. Apa kita berwudhu hanya ketika hendak shalat, membaca quran, dan ketika mau masuk masjid aja??? Yuk kita coba sharing tentang ini :)

Kita tentu ingat dengan Bilal. Siapakah dia? Kenapa suara terompahnya bahkan sudah terdengar di surga oleh Rasulullah, bahkan ketika dia masih hidup. Ternyata amal unggulan Bilal adalah selalu menjaga wudhunya.

Kita tentu juga ingat seorang sahabat yang ketika datang ke majelis Rasulullah, Rasulullah sebelumnya selalu mengabarkan, "Sebentar lagi akan datang seorang ahli surga ke majelis kita ini." Dan setelah ditunggu-tunggu, selalu sahabat ini yang datang (Bilal). Hingga kemudian ada yang berinisiatif melakukan investigasi, gerangan amal apakah yang menyebabkan Rasulullah menyebutnya sebagai ahli surga?

Sederhana sekali, begitu mungkin kata-kata yang muncul dalam benak kita. Tapi sesungguhnya di situlah letak istimewanya. Sebuah amal yang barangkali sederhana, namun jika ia dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan menjadi sesuatu yang dilakukan terus-menerus, maka insya Allah ia akan menjadi penyelamat kita dari azab neraka kelak di yaumil qiyamah.


Keutamaan Wudhu banyak sekali :

Bersuci merupakan sebagian dari iman
“Bersuci adalah sebagian dari iman”(HR. Muslim)

Wajah akan bercahaya di hari kiamat
“aku pernah mendengar kekasihku Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Kemilau cahaya seorang mukmin (kelak pada hari kiamat) sesuai dengan batas basuhan wudhunya.”

Dari Abu Hurairah radiallahuanhu, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda : “Sungguh umatku kelak akan datang pada hari kiamat dalam keadaan (muka dan kedua tangannya) kemilau bercahaya karena bekas wudhu. Karenanya, barangsiapa dari kalian yang mampu memperbanyak kemilau cahayanya, hendaklah dia melakukannya (dengan memperlebar basuhan wudhunya)” (HR. Bukhari Muslim)

Menggugurkan dosa-dosa kecil serta meninggikan derajat
“Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah akanmenghapuskan dosa-dosa kalian dan meninggikan derajat kalian? Para sahabat menjawab : Mau, ya Rasulullah. Kemudian beliau pun berkata : “Yaitu dengan menyempurnakan wudhu’ dari hal-hal yang bersifat makruh, banyak melangkah menuju masjid dan menunggu waktu shalat setelah shalat (tahiyatul masjid). Yang demikian itu adalah ikatan (perjanjian).” (HR.Muslim)

“Barangsiapa wudhu secara sempurna, maka dosa-dosanya akan gugur dari jasadnya hingga keluar juga dari bawah kukunya”(HR.Muslim)

Menghapuskan kesalahan-kesalahan
“Apabila seorang hamba berwudhu, lalu berkumur, maka dikeluarkanlah (dihapuskan) kesalahan-kesalahan itu dari mulutnya. Apabila ia memasukkan air ke rongga hidung, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari hidungnya. Apabila ia membasuh wajahnya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat dengan wajahnya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi keluar dari bawah tempat tumbuhnya rambut dari kedua matanya. Apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari kedua tangannya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dari bawah (celah) kukunya. Apabila ia mengusap kepalanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari kepalanya, sehingga kesalahan-kesalahan itu keluar dari kedua telinganya. Apabila membasuh kedua kakinya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan tersebut dari kedua kakinya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dari bawah kuku-kuku kedua kakinya. Kemudian perjalanannya ke masjid dan shalatnya merupakan nilai ibadah tersendiri baginya” (HR. Imam Malik, An-Nasaai, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Mendorong dibukanya pintu syurga
“Tidaklah seseorang dari kalian berwudhu secara sempurna, lalu mengucapkan : Asy-hadu allaa ilaha illallooh wahduu laa syarika lah wa asy-hadu anna MuHammadan ‘abduhu wa rosuuluh, melainkan kelak akan dibukakan untuknya 8 pintu syurga yang kepadanya dipersilakan untuk masuk melalui pintu mana saja yang ia sukai”

Ternyata Islam memang agama yang suci dan sangat menginginkan kita sebagai penganutnya juga menjaga kesucian diri. Demikian hebat manfaat wudhu, nggak ada salahnya kita jaga terus wudhu kita, baik wudhu lahir maupun batin. Yuk mulai sekarang :)

Referensi :
http://www.kotasantri.com
http://ustadzkholid.wordpress.com
http://jilbab.or.id
http://mandacutie.wordpress.com

26 Oktober 2008

Belajar Tahsin Yuk :)

Pada suatu kesempatan saya mendengar seorang ustadz memberikan tausiyah mengenai seni membaca Alquran. Berikut petikan perkataan beliau :

"Akhi (saudaraku), tiap-tiap sesuatu memiliki hak yang wajib untuk dipenuhi. Seperti contohnya tubuh kita yang memiliki hak untuk memperoleh makanan, memperoleh istirahat, dan mendapatkan pakaian yang layak. Demikian pula dengan tiap-tiap huruf di dalam Alquran, mereka memiliki hak untuk dilafadzkan secara benar, sehingga Alquran dapat disuarakan dengan indah sesuai dengan yang seharusnya. Karena itulah kita harus belajar untuk dapat memenuhi hak-hak tiap huruf Alquran yang kita baca itu ... "

Sederhana sekali memang nasihat di atas. Ternyata tiap huruf Alquran itu memiliki teknik pengucapan yang spesifik, ini yang biasa kita kenal dengan makhraj. Ini semua harus dipelajari dengan khusus.

Misal, untuk huruf 'h' saja ada yang besar dan kecil dan pengucapannya keduanya sangat-sangat berbeda. Padahal jika dituliskan dlm huruf latin ya cukup huruf "h" saja.

Telah cukup banyak lembaga bimbingan belajar membaca Alquran tersebar. Mereka membimbing kita dari mengenal huruf, membaca indah dan benar (tahsin), hingga pada tingkat tahfidz (menghafal).

Buat kita yang ingin menjadikan Alquran benar2 sebagai imam kita, tidak ada kata terlambat untuk memenuhi hak Alquran untuk dapat dibaca dengan indah dan benar. Caranya ... ya belajar dong. Yuk belajar tahsin :)