13 Oktober 2008

Fakta-fakta di Harry Potter and the Deathly Hallows (bagian 2)

Kembali ke Hogwarts

· Ketika bekas luka di dahinya sakit tiba-tiba, dia mengetahui bahwa Horcrux yang dicari oleh Voldemort di Hogwarts adalah Deadem Ravenclaw.
· Luna mengantarkan Harry ke asrama Ravenclaw dengan menggunakan jubah gaib.
· Di sana Luna berhasil menyelamatkan Harry dengan mantra bius kepada seorang pelahap maut yang tiba di sana dan melihat Harry. Anak-anak ravenclaw terbangun atas kebisingan ini.
· Profesor McGonagall menyusul ke asrama Ravenclaw karena keributan yang terjadi. Pelahap maut lainnya yang juga tiba di sana menghina McGonagall dan mengancam murid-murid. Harry memberikan kutukan cruciotus kepadanya.
· McGonagall terkejut atas kehadiran Harry. Harry menjelaskan tujuannya mencari sesuatu di Hogwart dan Voldemort sedang menuju ke Hogwart juga.
· Snape yang datang berhasil diusir oleh McGonagall dan guru-guru lainnya. Snape melarikan diri dari Hogwarts.
· McGonagall mengkoordinasi tindakan penyelamatan atas seluruh murid-murid dan merancang perlawanan terhadap Voldemort dan para pelahap maut yang setiap saat akan tiba.
· Sementara itu Harry meneruskan mencari Deadem Ravenclaw.




Peperangan dimulai

· Harry meminta bantuan nona kelabu, Hantu ravenclaw yang ternyata adalah anak Ravenclaw mengenai deadem ravenclaw.
· Atas info dari Nona Kelabu diketahui bahwa deadem tersebut telah diamankan oleh Voldemort, kemungkinan besar di Horgwats.
· Sementara itu peperangan para guru dan lascar dumbledor serta anggota orde dengan para pelahap maut yang mulai menyerang pun dimulai.
· Ron dan Hermione muncul dan bergabung dengan Harry. Mereka dari kamar rahasia mengambil taring basilik untuk menghancurkan piala emas yang merupakan horcrux. Hermione yang melakukannya.
· Mereka menuju ke kamar kebutuhan untuk mencari tempat semua barang disembunyikan.
· Mereka bertemu Draco, Crabe, dan Goyle di kamar kebutuhan. Setelah pertarungan yang cukup sengit yaitu melawan api kutukan Crabbe, Harry berhasil mendapatkan deadem Ravenclaw. Kini hanya tertinggal 1 horcrux lagi, yaitu Nagini.
· Pertarungan melawan pelahap maut terus berlanjut, Fred, Tonks, Colin Creevy dan Lupin tewas.
· Voldemort di Shrieking Shack, Harry melihatnya melalui pikiran Voldemort. Lucious memanggil Snape untuk menghadap Voldemort.
· Hary, Ron, Hermione dengan jubah gaib menuju ke tempat Voldemort.
· Voldemort meyakini bahwa tongkat sihir Elder yang diambilnya dari makam Dumbledore baru akan bekerja jika si pemiliknya dapat dikalahkan. Dia meyakini pemiliknya saat ini adalah Snape yang telah berhasil membunuh Dumbledore. Akhirnya Voldemort membunuh Snape.
· Harry yang menyaksikan pembunuhan itu menghampiri Snape yang ditinggalkan oleh Voldemort bersama Nagini. Snape memberikan pensievenya ke Harry.


Pensieve Snape

· Snape remaja menyukai Lily Potter. Bahkan sebelum mereka sama-sama masuk Hogwarts.
· Bibi Petunia muda ternyata juga menginginkan diundang menjadi sisa Hogwarts, bahkan menulis surat permohonan ke Dumbledore.
· Lily dan Snape sama-sama bersekolah di Hogwarts dan tetap berteman walaupun mereka berbeda asrama.
· Snape telah membuat janji dengan Dumbledore untuk membantu melindungi anak Lily yang masih hidup (Harry) sebagai tanda cintanya pada Lily.
· Dumbledore terkena kutukan ketika mengenakan cincin Marvolo (Horcrux) hingga sebelah lengannya terbakar. Kutukan itu tidak memiliki penangkal, karenanya Dumbledore menyadari umurnya yang telah dekat.
· Snape membantu mengobati Dumbledore. Dumbledore mengatur rencana agar Snape membunuhnya jika waktunya tiba. Hal ini bertujuan untuk menolong Draco dari tugasnya untuk membunuh Dumbledore.
· Dumbledore memberitahu Snape bahwa Harry merupakan salah satu Horcrux milik Voldemort.
· Snape sebenarnya menyayangi Harry, terbukti ketika mengetahui Harry adalah salah satu Horcrux dia menangis. Tugasnya menjaga Harry hingga tiba saatnya untuk ikt mati bersama Voldemort.
· Patronus rusa betina ternyata milik Snape, berarti dia yang menolong Harry menemukan pedang Gryffindor.
· Snape lah ternyata yang memberi saran cara pelarian Harry dengan membuat 7 harry Potter kembar kepada Mundungus, anggota Orde dan akhirnya dilaksanakan.


Kematian Harry

· Harry menyadari satu-satunya cara membunuh Voldemort adalah dengan membunuh seluruh Horcruxnya. Kini tersisa 2 Horcrux lagi Nagini dan dirinya.
· Harry melangkah menuju Voldemort di hutan terlarang untuk menyerahkan diri.
· Sebelum berangkat dia bertemu dengan Neville, Harry berpesan kepada Neville untuk membunuh Horcrux terakhir, yaitu Nagini.
· Dalam perjalanan menuju hutan terlarang Harry berhasil membuka snitch pemberia Dumbledore yang ternyata adalah batu bertuah, salah satu dari relikui kematian.
· Batu bertuah berhasil memumculkan sosok yang telah meninggal dunia, yaitu James Potter, Sirius, Lupin, dan Lily Potter. Kehadiran mereka menguatkan tekad`Harry bahkan dementor pun tidak lagi mempengaruhi Harry.
· Di tengah lingkaran para pelahap mau Harry membuka jubah gaibnya dan langsung berdiri menghadapi Voldemort. Bersamaan dengan itu sosok pendamping Harry lenyap.
· Voldemort memberikan kutukan tak termaafkan ke Harry, Harry pun tergeletak ke tanah.


Pertemuan dengan Dumbledore

· Harry berada dalam ruangan asing yang serba putih, di sana ia bertemu dengan Dumbledore.
· Dumbledore menyatakan walaupun sebagai Horcrux jiwa Harry tetaplah untuh dan tidak tersentuh.
· Menurut Dumbledore Harry telah berhasil menyatukan relikui kematian.
· Dumbledore menjelaskan tentang kematian Ibu dan adik bungsunya.
· Dumbledore menjelaskan fenomena tongkat sihir Harry yang menyerang sendiri kea rah Voldemort.
· Harry belum saatnya mati. Karena yang mati adalah pecahan jiwa milik voldemort, sedangkan jiwa Harry tetap utuh.


Pesta Kemangan Voldemort

· Harry tersadar dari kematian sesaatnya, namun dia tetap berpura-pura mati.
· Harry menjadi bulan-bulanan ejekan selama perjalanan ke Hogwarts.
· Hagrid akhirnya menggendong Harry menuju ke Hogwarts sambil terisak hebat.
· Tiba di Hogwart ledakan kedukaan atas kematian Harry. Profesor McGonagall, Ron, Hermione, dan semua pendukung Harry menjerit berduka.
· Voldemort menyatakan bahwa Harry terbunuh ketika hendak menyelinap menyelamatkan diri.
· Grawp muncul dan membuat suasana menjadi gaduh. Ditengah kegaduhan tersebut Neville berhasil mengambil memenggal kepala Nagini dengan menggunakan pedang Gryffindor yang muncul dari topi seleksi.
· Harry bersembunyi di bawah jubah gaib. Ia membantu untuk menyerang para pelahap maut.
· Harry mencoba memberikan mantra perlindungan kepada Profesor McGonagall, Kingsley, dan Slughorn ketika melawan Voldemort. Karenanya akhirnya keberadaan Harry yang masih hidup diketahui oleh semua orang.
· Harry berhadapan face to face dengan Voldemort.
· Percakapan keduanya Harry berhasil menjatuhkan mental Voldemort dengan menyatakan pemilik sah tongkat sihir Elder adalah Draco bukannya Snape. Dan Harry telah berhasil mengalahkan Draco. Voldemort gentar.
· Voldemort menyerang Harry dengan Avada kadabra, namun mantra itu justru berbalik menyerang Voldemort, ia mati.
· Tongkat sihir Elder di tangan Voldemort melayang dan kembali ke pemiliknya yang sesungguhnya, Harry. Di tangan Harry kini ada 2 tongkat sihir, yaitu Tongkat Elder dan Tongkat milik Draco.
· Kebahagian meledak. Harry menarik Ron dan Hermione ke ruang kepala sekolah. Harry menceritakan segalanya kepada kedua sahabatnya itu.
· Tongkat sihir Elder diputuskan dikembalikan ke asalnya.


Happy Ending

· Harry menikahi Ginny dan memiliki 3 orang anak.
· Hermione dan Ron menikah dan dikaruniai 2 orang anak.
· Bekas luka di dahi Harry tidak pernah sakit lagi.

Tidak ada komentar: